Dijadikan salah satu dari sekian ratus peserta SM-3T UNM Angkatan V memang merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Dihadapkan pada gabungan orang-orang terpilih dari sekian ribu pendaftar, di otak hanya bisa berkumat-kamit "WOW". Ini sudah jalannya. Serta kembali membuktikan kalau harapan dan mimpi itu tak hanya tersirat dalam cerita fiksi belaka yang menjanjikan ribuan kehidupan yang indah. Tentunya 'Kehidupan Yang Indah' yang masih abu-abu.
Sepertinya keluarga, intinya Mache Pache telah merelakan anak yang mungkin 'dulu' blo'on ini untuk menjejaki dunia-dunia yang modernisasi masih menjadi angan-angan di sana. Daerah-daerah yang dijuluki 3T oleh pemerintah oleh karena tidak tersebar meratanya fasilitas pendidikan yang sekarang banyak dinikmati oleh masyarakat perkotaan. 3T itu sendiri maksudnya 'Terdepan, Terluar, dan Tertinggal'.
Setelah melewati beberapa seleksi yang membuat spot jantung masing-masing individunya, Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di tahap seleksi 'Prakondisi Akademik'. Selama Prakondisi Akademik ini, kami diasramakan di Wisma 2 UNM selama 10 hari sembari mengikuti pembekalan dan pelatihan bagaimana cara menjadi pendidik di daerah 3T tersebut. Sebagian besar kegiatannya berlangsung di gedung kebanggaan SulSel dan UNM pada khususnya, Phinisi. Phinisi sendiri berhadapan langsung dengan Wisma 2 UNM, jadi tak ada acara pakai bis segala untuk menuju ke sana.
Barang yang dibawa ke Wisma 2 UNM lumayan padat juga. Syukur, ada Mache, Adek, dan anak angkatku 'hehehe' Syakur yang mengantar. Meski mereka hanya mengantar hingga ke halaman wisma dan barang kembali di genggaman untuk dibawa ke dalam wisma.
Registrasi pun berlangsung. Antusias 200-an lebih peserta tercium hingga ke paru-paru. Wajah-wajah bangga mereka terlihat begitu licik telah menyingkirkan ribuan pendaftar yang tidak lulus. Hahahaha. Sorry, itu hanya pikiran negatifku saja yang suka muncul tiba-tiba kalau lagi datang bulan.
Tibalah giliranku untuk registrasi setelah melewati ranjau-ranjau ganas di sekitar. Sekalian
102. Nomor kamar dari proses registrasi tadi. Gambaran kamarnya telah terbayang sebelumnya sebelum pengumuman kelulusan itu diluncurkan. Tempat tidurnya bertingkat dan ada mungkin sekitaran 2 rangkap tempat tidur untuk 4 orang dalam satu kamar. Dan.......................................... gambaran dari bayangan tersebut SALAH TOTAL.
Saya adalah orang pertama yang memasuki kamar ini. Kamarnya terdiri dari 9 kasur spring bed yang dibiarkan terlentang tanpa dihiasi embel-embel tempat tidur seperti layaknya di sinetron-sinetron, ada satu lemari pakaian yang keliatannya baru atau baru dican, satu stand jemuran, 2 tali jemuran, 2 lampu, dan AC. WHAT... AC!!!. Wow, that sounds VIP Room untuk program yang sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah ini. Bayangan bahwa kita nantinya akan berpanas-panasan ria di dalam kamar juga SALAH TOTAL oleh kehadiran AC yang kelihatan mewah itu.
Tak memakan waktu lama, muncullah orang-orang baru yang akan menjadi teman sekamar selama 10 hari ke depan. Ya, 10 orang dengan kondisi 10 spring bed yang sengaja dirapat-rapatkan untuk memenuhi anggota lain kalau-kalau ada kuota lebih. Kami pun mulai berkenalan, meski pada saat ini nama-nama sebagian besar hilang di otak. Biarlah, nanti juga bakal tau sendiri. Keakraban mulai dijalin di hari pertama saat itu. Dari menanyakan alumni kampus mana, hingga
0 comments:
Posting Komentar